get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragis! Driver Taksi Online Ditemukan Dianiaya dan Terikat di Kebun Tebu, Diduga Jadi Korban Begal

Kronologi Horor Begal Berparang Kuasai Angkot Morina 81 Medan, Dua Penumpang Wanita Nekat Melompat

Kamis, 09 April 2026 | 11:45 WIB
header img
Begal berparang mengancam sopir angkot Morina 81 dengan menggunakan parang. Foto: tangkapan layar

MEDAN, iNewsMedan.id – Aksi kriminalitas begal angkot yang mencekam terjadi di atas angkot Morina 81 pada Selasa (7/4/2026) siang. Dua penumpang wanita terpaksa bertaruh nyawa dengan melompat dari angkot yang  yang tengah melaju kencang demi menghindari ancaman senjata tajam.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian dan rekaman kejadian yang viral, berikut adalah urutan peristiwa horor tersebut:

1. Awal Perjalanan yang Tenang

Peristiwa bermula saat kedua korban, NT (24), seorang mahasiswi, dan EPH (24), pegawai apotek, menaiki angkot Morina 81 dari kawasan Simpang Martubung. Saat itu, perjalanan masih terlihat normal seperti biasa.

2. Penodongan di Simpang KIM

Suasana berubah mencekam ketika angkot melintas di Simpang Kawasan Industri Medan (KIM). Seorang pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam jenis parang. Pelaku tidak hanya merampas harta benda korban, tetapi juga menyandera sopir dengan menempelkan parang ke lehernya, memaksa angkot melaju kencang di bawah kendalinya.

3. Keputusan Nekat di Depan SPBU

Terdesak oleh ancaman parang dan mobil yang terus dipacu cepat, NT dan EPH mengambil keputusan ekstrem untuk menyelamatkan diri. Saat mencapai area di depan SPBU Simpang Kayu Putih, keduanya nekat melompat keluar dari pintu angkot ke jalanan aspal.

4. Pengejaran Massa dan Fakta Mengejutkan

Warga dan pengendara yang menyaksikan dua wanita jatuh terpelanting mengira telah terjadi aksi tabrak lari. Massa melakukan pengejaran hingga berhasil memepet angkot tersebut. Namun, warga terperanjat saat melihat sopir angkot masih dalam kondisi ditodong parang oleh pelaku di balik kemudi.

5. Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Kedua korban yang mengalami luka serius segera dilarikan ke RS Mitra Medika. Hingga Rabu (8/4/2026), korban EPH dilaporkan masih belum sadarkan diri akibat benturan keras di bagian kepala, sementara NT menjalani perawatan intensif.

6. Langkah Kepolisian

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Dr. Nodi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak.

"Kami sudah menerima laporan resmi. Saat ini tim sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku," tegasnya pada Rabu (8/4/2026).

Pihak kepolisian kini tengah mendalami bukti dari rekaman video warga guna melacak jejak pelaku yang berhasil kabur dalam situasi tersebut.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut