get app
inews
Aa Text
Read Next : iForte National Dance Competition Medan Sukses, Tim SMKN 11  dan UNIMED Melaju ke Grand Final

Dari Ide Liar ke Panggung Nasional: Cerita Anak-anak Muda Menari, Bukan Sekadar Lomba

Sabtu, 04 April 2026 | 20:30 WIB
header img
Tim Z-One Dance Company dari UNIMED berfoto usai meraih juara pertama kategori perguruan tinggi dalam ajang National Dance Competition “Inspirasi Diri” di Medan, Sabtu (4/4). Foto: iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id- Suasana Deli Park Mall, Medan, Sabtu (4/4/2026), mendadak berubah. Bukan sekadar pusat belanja, tapi jadi panggung cerita. Satu per satu kelompok naik, membawa ide, keresahan, sampai mimpi mereka ke dalam gerak tari.

Di ajang iForte National Dance Competition (NDC) “Inspirasi Diri” 2025–2026 ini, yang terlihat bukan cuma teknik. Justru yang paling menonjol adalah keberanian anak-anak muda meramu cerita.

Mulai dari isu lingkungan, budaya lokal, sampai nilai kebersamaan—semuanya diolah jadi pertunjukan.

Cerita dari Banjir dan Pohon yang Tumbang

Tim STARPAD SMKS dari SMK Swasta Panca Budi tampil dengan konsep yang tidak biasa. Mereka mengangkat soal penebangan pohon dan dampaknya terhadap banjir.

Bukan tema yang “ringan”, tapi justru itu yang mereka pilih.

“Kami kepikiran dari kejadian banjir. Dari situ kami buat cerita, gimana pohon ditebang terus dampaknya ke lingkungan,” kata Fariz, mewakili tim.

Prosesnya tidak instan. Tiga bulan latihan, satu bulan khusus mematangkan konsep. Ide pun bukan dari satu arah—setengah dari guru, setengah dari siswa.

Gerakan mereka memadukan unsur modern dengan sentuhan budaya Karo. Hasilnya bukan cuma enak dilihat, tapi juga terasa “punya pesan”.

Saat diumumkan sebagai juara kategori SMA, reaksi mereka sederhana: senang, tapi belum puas.

“Ke Jakarta pasti latihan lebih keras lagi. Biar nggak sia-sia,” ucapnya.

Tim Baru, Langsung Jadi Sorotan

Di kategori perguruan tinggi, Z-One Dance Company dari Universitas Negeri Medan datang dengan cerita berbeda. Mereka bukan tim lama. Bahkan, baru terbentuk sekitar lima bulan.

Tapi justru dari situ menariknya.

“Kami prosesnya dari nol sampai ke sini sekitar lima bulan. Lumayan panjang,” kata Febrian.

Mereka mengangkat dua ide. Pertama, soal saling tolong-menolong—yang diterjemahkan lewat koreografi penuh interaksi. Kedua, cerita rakyat Batak Toba lewat Tortor Sigalegale.

Perpaduan itu terasa kuat karena mereka tidak sekadar “menari”, tapi memahami cerita yang dibawa.


Para finalis iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” berfoto bersama usai penampilan di Medan, Sabtu (4/4), menampilkan ragam kreativitas dan budaya dari berbagai daerah. Foto: iNewsMedan.id

Yang menarik, tim ini berisi mahasiswa dari latar berbeda, termasuk mahasiswa baru yang langsung terjun ke kompetisi nasional.

“Buat beberapa dari kami ini pengalaman pertama. Tapi justru jadi semangat buat ke depan,” katanya.

Panggung yang Jadi Ruang Ekspresi

Kompetisi ini memang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Tapi yang terasa di lapangan, ajang ini lebih mirip ruang ekspresi daripada sekadar lomba.

Banyak peserta datang dengan identitas masing-masing. Ada yang kuat di tradisi, ada yang berani eksplorasi modern, ada juga yang menggabungkan keduanya.

Head of Campaign & Communication iForte, Albertus Eko Wardoyo, mengakui hal itu.

“Kami lihat anak-anak muda ini sebenarnya punya banyak ide. Mereka cuma butuh ruang. Di sini mereka bisa bebas mengekspresikan diri, tapi tetap bawa unsur budaya,” ujarnya.

Ia menyebut, konsep budaya memang sengaja dijaga sebagai benang merah.

“Karena justru di situ kekuatan mereka. Kreativitasnya keluar, tapi tetap punya akar,” katanya.

Bukan Soal Menang atau Kalah

Di tengah lampu panggung dan sorotan penonton, yang terlihat jelas: anak-anak muda ini tidak datang hanya untuk menang.

Mereka datang membawa cerita.

Ada yang bercerita soal lingkungan, ada yang menghidupkan kembali legenda, ada juga yang sekadar ingin menunjukkan kalau budaya bisa tampil keren di era sekarang.

Dari Medan, langkah mereka lanjut ke Jakarta. Tapi yang lebih penting, mereka sudah membuktikan satu hal: kreativitas anak muda tidak pernah kehabisan cara untuk bersuara—bahkan lewat tarian.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut