get app
inews
Aa Text
Read Next : Peringatan May Day, Ketua FSPTN KSPSI Desak Pertamina dan Polisi Serius Usut Penimbunan BBM

Kutuk Teror KontraS, Aktivis 98 Sebut Penyerang Andrie Yunus Kelompok Pengecut

Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:54 WIB
header img
Perhimpunan Pergerakan 98 desak Kapolri tangkap "kelompok pengecut" pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus KontraS. (Foto: Istimewa).

MEDAN, iNewsMedan.id - Ketua Perhimpunan Pergerakan 98, Sahat Simatupang, mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk segera menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus. Sahat menyebut tindakan tersebut sebagai aksi dari "kelompok pengecut" yang menyerang nilai-nilai demokrasi.

Kecaman terhadap Teror Kemanusiaan

Dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (14/3/2026), Sahat menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi kepolisian untuk lambat dalam mengungkap kasus ini. Ia menilai serangan fisik tersebut merupakan bentuk intimidasi nyata terhadap pejuang hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

"Kekerasan terhadap aktivis demokrasi, pembela HAM, aktivis antikorupsi, dan jurnalis tidak dapat dibenarkan dalam keadaan dan bentuk apa pun," ujar Sahat.

Ia menambahkan bahwa penyiraman air keras tersebut bukan sekadar teror untuk menebar ketakutan, melainkan sebuah upaya pembunuhan yang terencana. Menurutnya, dalam negara yang beradab, perbedaan pendapat atau kritik setajam apa pun tidak boleh dibalas dengan kekerasan fisik.

Desakan kepada Presiden dan Pemerintah

Lebih lanjut, Sahat meminta Presiden RI untuk memberikan atensi khusus dengan memerintahkan Kapolri mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan, cepat, dan akuntabel. Ia menekankan pentingnya proses hukum tanpa intervensi pihak mana pun.

"Pemerintah wajib menunjukkan kewajibannya dalam melindungi keselamatan setiap warga negara, serta memastikan hak untuk bersuara tanpa rasa takut akan teror atau intimidasi," tegasnya.

Sahat berharap semua pihak mendukung pemulihan Andrie Yunus agar tujuan pelaku untuk menghentikan langkah aktivis pro-demokrasi tidak tercapai.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan data dari KontraS, peristiwa penyerangan tersebut terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB. Andrie Yunus saat itu sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I - Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Di tengah perjalanan, tepatnya di atas Jembatan Talang, dua orang pelaku yang datang melawan arah menghampiri korban. Terduga pelaku menggunakan sepeda motor matik (diduga Honda Beat keluaran 2016-2021) dan langsung menyiramkan air keras ke arah wajah Andrie sebelum melarikan diri.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut