Jejak Pembunuhan RM: Dibungkus Selimut Hotel, Dibuang Pakai Motor
MEDAN, iNewsMedan.id - Tabir gelap di balik penemuan jasad wanita berinisial RM yang menggegerkan warga Medan Denai akhirnya tersingkap. Polrestabes Medan merilis kronologi lengkap aksi keji yang dilakukan tersangka utama berinisial SAN, mulai dari eksekusi di kamar hotel hingga upaya penghilangan jejak menggunakan boks plastik.
Penyelidikan mendalam yang dipimpin Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, mengungkap bahwa tindak pidana ini melibatkan dua tersangka dengan peran berbeda. SAN berperan sebagai eksekutor tunggal, sementara rekannya, SHR, turut terseret dalam pusaran kasus karena membantu proses pembuangan jasad.
Tiga Titik Krusial Penyelidikan
Berdasarkan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), pihak kepolisian memetakan tiga lokasi utama yang menjadi saksi bisu rangkaian kejahatan ini:
1. Kamar Hotel (Lokasi Eksekusi): Di sinilah SAN menghabisi nyawa RM. Korban dieksekusi di atas tempat tidur sebelum tersangka menyusun rencana pelarian.
2. Gerbang Hotel (Titik Koordinasi): Lokasi penyerahan boks kontainer dari tersangka SHR kepada SAN.
3. Kawasan Medan Denai: Lokasi pembuangan boks berisi jasad korban yang ditemukan warga pada Selasa (9/3/2026).
Kronologi Penghilangan Jejak
Pembunuhan ini tidak langsung berakhir di kamar hotel. Keesokan harinya, SAN kembali ke lokasi kejadian dengan membawa karung goni besar. Tubuh kaku RM kemudian dimasukkan ke dalam karung tersebut sebagai langkah awal penyembunyian.
"Tersangka SAN sempat keluar untuk mengatur siasat menutupi kejahatannya. Ia kemudian kembali membawa goni untuk membungkus jasad korban," ujar Kombes Calvijn Simanjuntak dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026).
Butuh wadah yang lebih tertutup, SAN lantas menghubungi SHR untuk meminta bantuan. SHR diminta mengambil sebuah boks kontainer dari kediaman SAN. Namun, SHR enggan masuk ke area hotel, sehingga serah terima boks dilakukan tepat di gerbang depan hotel.
Upaya Pembuangan Jasad
Setelah menguasai boks tersebut, SAN menyeret jasad RM—yang telah dibalut selimut hotel—ke dalam kontainer plastik seorang diri. Drama pelarian mereka terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
"Rekaman CCTV memperlihatkan SHR bertindak sebagai pengendara sepeda motor, sementara SAN duduk di boncengan sambil memegangi boks kontainer berisi jasad RM," jelas Calvijn, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut.
Kini kedua tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum guna menebus nyawa yang telah hilang dalam boks kontainer tersebut.
Editor : Jafar Sembiring