Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Tempati Posisi 17 Terendah se-Indonesia
MEDAN, iNewsMedan.id - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan capaian positif dalam pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase kemiskinan di Sumut saat ini berada di angka 7,24 persen, yang berarti lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 8,25 persen.
Capaian ini menempatkan Sumatera Utara pada posisi ke-17 provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia, sekaligus memastikan Sumut tidak masuk dalam daftar 10 besar provinsi termiskin secara nasional.
Kepala Bidang Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Ika Hardina Lubis, menjelaskan bahwa posisi Sumut yang berada di bawah angka nasional merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah.
"Dibanding dengan jumlah penduduk miskin Indonesia, Sumut masih di bawah nasional yang berada di angka 8,25 persen. Kita masuk 17 terendah dan tidak masuk 10 besar nasional," ujar Ika Hardina dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (26/2/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berupaya menurunkan angka tersebut melalui program makro masyarakat produktif yang dijalankan oleh Dinas Sosial. Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui bantuan peralatan usaha yang nyata.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.360 jiwa telah menerima bantuan usaha produktif yang menyasar masyarakat Desil 1, 2, 3, dan 4. Sekretaris Dinas Sosial, Fachrizal Nasution, menyebutkan bahwa bantuan meliputi peralatan pembuatan kue, peralatan cukur, hingga peralatan menjahit.
"Selain program individu, ada juga Kelompok Usaha Bersama (Kube) yang sasarannya sama, yakni memberikan bantuan alat kerja agar masyarakat bisa lebih produktif," jelas Fachrizal.
Pemprov Sumut memastikan program ini akan berlanjut pada tahun 2026 dengan cakupan bantuan yang lebih luas. Berbagai peralatan seperti alat pertanian, pertukangan, perbengkelan sepeda motor, hingga alat salon akan disalurkan kepada masyarakat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Editor : Jafar Sembiring