get app
inews
Aa Text
Read Next : Kenapa Buka Harus Kurma? Ini Kata Ibnul Qayyim

Pesan dari Alam Barzakh, Mengapa Penghuni Kubur Sangat Ingin Bertemu Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 | 15:30 WIB
header img
Para penghuni kubur begitu mengharapkan datangnya bulan Ramadhan. Foto: Dok 

MEDAN, iNewsMedan.id - Bulan Ramadhan begitu dinantikan umat Islam, namun ternyata bukan hanya Muslim yang masih hidup saja menginginkan dapat berjumpa dengan Ramadhan. Ternyata para penghuni kubur begitu mengharapkannya. 

Ibnul Jauzi Rahimahullah berkata : 

تالله لو قيل لأه‍ل القبور تمنوا لتمنوا يوما من رمضان

“Demi Allah, seandainya ditanyakan kepada penghuni kubur: "Berangan-anganlah...!", Tentunya mereka pasti akan berangan-angan sehari saja di bulan Ramadhan (karena keutamaan yang begitu besar di dalamnya)” At-Tabshiroh 2/78

Kutipan tersebut terdapat dalam salah satu karya Ibnul Jauzi Rahimahullah yang fenomenal.

Lantas mengapa para penghuni kubur berangan-angan femikian?
Berdasarkan penjelasan para ulama mengenai pesan ini, ada beberapa alasan kuat mengapa penghuni kubur sangat mendambakan satu hari di bulan Ramadhan, termasuk Ramadhan 2026:

Pahala yang Melimpah 

Di bulan Ramadan, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Satu sujud, satu ayat Al-Qur'an, atau satu kalimat zikir di bulan Ramadan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya.

Kesempatan Pengampunan Dosa

Ramadhan adalah bulan di mana pintu ampunan dibuka lebar. Penghuni kubur yang telah melihat nasib mereka di alam barzakh tentu sangat ingin kembali untuk bertaubat meski hanya sehari agar dosa-dosa mereka dihapuskan.

Pembebasan dari Api Neraka

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa setiap malam di bulan Ramadan, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Ini adalah kesempatan yang tidak ada di bulan lain.

Penyesalan Penghuni Kubur

Mereka telah melihat kebenaran janji Allah. Mereka menyadari bahwa harta dan jabatan tidak lagi berguna, dan hanya amal saleh yang dapat menyelamatkan mereka.

Maka pesan ini adalah sebuah alarm" atau pengingat bagi kita yang masih hidup. Jika penghuni kubur saja bersedia memberikan dunia dan isinya hanya untuk sehari di bulan Ramadan, maka yang masih diberi kesempatan di Ramadhan 2026 ini seharusnya jangan habiskan malam Ramadan hanya untuk tidur atau siang hari hanya untuk bermain ponsel.

Belajar dari kisah ini, kita harus menganggap Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir serta bersyukur: Menyadari bahwa kehadiran kita di bulan Ramadan adalah nikmat yang sangat dirindukan oleh jutaan orang yang sudah berada di bawah tanah.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut