Kalau Sudah Tarawih, Masih Perlu Tahajud? Begini Penjelasannya
iNewsMedan.id- Ramadhan itu vibes-nya beda. Malam terasa lebih hidup, masjid ramai, dan timeline penuh konten tarawih. Tapi muncul pertanyaan yang sering bikin galau: kalau sudah niat bangun Tahajud, boleh nggak sih nggak ikut Tarawih? Terus, boleh nggak nambah salat Hajat dan Taubat sekalian?
Yuk, kita bahas pelan-pelan, biar nggak cuma ikut tren tapi juga paham dalilnya.
Tarawih Itu Apa Sih? Wajib atau Nggak?
Tarawih adalah bagian dari qiyam Ramadhan (salat malam di bulan Ramadhan). Hukumnya sunnah muakkad alias sangat dianjurkan, tapi bukan wajib.
Rasulullah bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Artinya, yang ditekankan itu qiyam Ramadhannya—salat malamnya. Tarawih termasuk di dalamnya.
Kalau Nggak Tarawih, Tapi Tahajud di Akhir Malam?
Jawabannya: boleh.
Kalau kamu nggak ikut Tarawih berjamaah, tapi bangun di sepertiga malam terakhir lalu salat Tahajud dan Witir, itu tetap termasuk qiyam Ramadhan.
Salat malam sendiri memang sangat dianjurkan. Nabi bersabda:
“Salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.”
(HR. Sahih Muslim)
Jadi mau Tarawih di awal malam atau Tahajud di akhir malam, dua-duanya sah dan berpahala.
Bisa Nambah Salat Taubat dan Hajat?
Yes, bisa banget.
Selama dilakukan di malam hari, salat Taubat dan Hajat bisa masuk rangkaian qiyamullail.
Tentang salat Taubat, Rasulullah bersabda:
“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik, kemudian salat dua rakaat dan memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.”
(HR. Sunan Abu Dawud, dinilai sahih)
Sedangkan soal doa dan permohonan di malam hari, Nabi bersabda:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan…”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Ini momen paling deep buat curhat sama Allah. Jadi mau minta ampun (Taubat) atau minta hajat tertentu, timing-nya pas banget.
Jadi, Lebih Afdal Mana?
Kalau kuat, ini skema yang paling mantap:
Isya → Tarawih berjamaah → Istirahat → Tahajud → Taubat/Hajat → Witir
Tapi kalau nggak kuat dua-duanya?
Pilih salah satu. Islam itu realistis, bukan kompetisi ibadah.
Yang penting:
Nggak ninggalin Witir
Konsisten
Ikhlas
Karena pada akhirnya, yang dinilai bukan cuma rame-ramenya, tapi hatinya hidup atau nggak.
Ramadhan bukan soal FOMO pahala, tapi soal upgrade iman.
Editor : Ismail