Kecam Penertiban Billboard, Pemuda Muhammadiyah Medan: Jangan Rusak Iklim Investasi
MEDAN, iNewsMedan.id - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Medan mengecam tindakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai arogan terhadap pengusaha reklame (billboard).
Kecaman tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua PDPM Kota Medan, Abdillah Sibarani, menanggapi penertiban terhadap pelaku usaha yang diklaim telah memiliki izin lengkap.
Abdillah menilai langkah Pemko Medan dan Satpol PP tidak profesional dan menyengsarakan pelaku usaha yang taat regulasi.
Menurutnya, tindakan sembrono tersebut menimbulkan kerugian besar serta merusak iklim investasi di Kota Medan.
“Kami dengan jelas menyatakan bahwa Pemko Medan dan Satpol PP harus segera menghentikan tindakan sewenang-wenang ini," ujar Abdillah, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, pengusaha billboard yang telah memenuhi segala persyaratan perizinan dan administrasi yang sah, serta telah membayar pajak sesuai dengan peraturan daerah Kota Medan, seharusnya dilindungi, bukan diperlakukan secara tidak adil dan arogan.
"Kami sudah memeriksa dan memastikan bahwa mereka memiliki izin yang lengkap dan sesuai ketentuan,” ujar Abdillah.
Ia menambahkan bahwa Satpol PP terkesan melakukan penertiban tanpa dasar yang jelas dan enggan mendengarkan aspirasi pengusaha.
Ia memperingatkan agar kebijakan pemerintah tidak menjadi bumerang bagi instansi itu sendiri.
“Arogansi yang ditunjukkan oleh Satpol PP dalam melakukan penertiban tanpa dasar yang jelas dan tanpa mendengarkan aspirasi pengusaha sangat merugikan dan tidak mencerminkan rasa keadilan. Jangan sampai kebijakan yang ada justru menjadi boomerang bagi Pemko Medan sendiri,” ujar Abdillah.
Lebih lanjut, PDPM Kota Medan mendesak adanya evaluasi menyeluruh atas tindakan tersebut.
Abdillah menekankan agar kekuasaan tidak digunakan secara sepihak tanpa pertimbangan matang yang dapat menghancurkan semangat berusaha di Medan.
“Kami mendesak Pemko Medan dan Satpol PP untuk segera melakukan evaluasi dan menghentikan tindakan yang menindas pengusaha yang sudah mematuhi aturan dan membayar pajak sesuai ketentuan. Jangan sampai tindakan arogan ini menghancurkan semangat berusaha di Medan,” tandasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemuda Muhammadiyah Kota Medan menyatakan akan terus mengawasi perkembangan kasus ini.
Mereka mendesak Pemko Medan mengedepankan dialog dan solusi adil bagi pengusaha yang taat hukum, serta menyatakan kesiapan untuk turun langsung jika tindakan tersebut terus berlanjut.
Editor : Jafar Sembiring