Mobilitas Medan Melejit, Penumpang KA Srilelawangsa Tembus 358.000 di Awal 2026
MEDAN, iNewsMedan.id - Tren penggunaan transportasi publik di Sumatera Utara menunjukkan grafik positif di awal tahun. PT Railink (KAI Bandara) melaporkan bahwa layanan KA Srilelawangsa berhasil mengangkut sebanyak 358 ribu penumpang sepanjang bulan Januari 2026.
Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan 357 ribu penumpang. Capaian ini semakin mempertegas peran vital KA Srilelawangsa, baik sebagai akses utama menuju Bandara Internasional Kualanamu maupun moda transportasi harian warga Medan-Binjai.
Berdasarkan data operasional Januari 2026, distribusi penumpang terbagi ke dalam dua relasi utama yakni Relasi Medan–Binjai: Melayani sekitar 220 ribu penumpang, menunjukkan tingginya ketergantungan kaum penglaju (commuter) pada moda ini.
Relasi Medan–Kualanamu: Mencatatkan sekitar 137 ribu orang, mengukuhkan posisinya sebagai pilihan favorit untuk akses bandara yang bebas macet.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan cermin dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap aspek keamanan dan ketepatan waktu kereta api.
"Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan operasional, pemanfaatan teknologi digital, serta integrasi antarmoda demi kemudahan akses transportasi masyarakat," ujar Porwanto, Rabu (4/2/2026).
Guna menjaga kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan, pihak KAI Bandara memberikan beberapa poin edukasi kepada masyarakat yakni:
- Datang Lebih Awal
- Penumpang pesawat diimbau tiba di bandara 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan 2 jam untuk domestik dan Keamanan Barang
- Penumpang diminta teliti menjaga barang bawaan. Jika terjadi kehilangan, KAI Bandara menyediakan layanan lost and found untuk membantu proses pencarian.
Stabilitas volume penumpang ini diharapkan menjadi motor penggerak konektivitas wilayah yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara secara lebih luas.
Editor : Jafar Sembiring