Bukan Soal Produk Saja, Logistik Jadi Tantangan Besar UMKM Medan
MEDAN, iNewsMedan.id– Persoalan logistik masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memperluas pasar. Biaya distribusi yang tinggi dan keterbatasan armada kerap membuat pelaku usaha kesulitan menekan ongkos operasional, terutama saat volume pesanan meningkat.
Kondisi tersebut mendorong kolaborasi antara Lalamove dan Kementerian UMKM melalui seminar bisnis bertajuk “Ekspansi & Efisiensi Bisnis Bersama Lalamove: Langkah Nyata Tumbuh dan Bangkit Bersama” yang digelar di Hotel Le Polonia Medan, Selasa (20/1).
Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM diperkenalkan pada pemanfaatan solusi logistik berbasis teknologi yang memungkinkan pengiriman barang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Mulai dari pilihan armada, pengiriman fleksibel, hingga layanan multi-stop delivery untuk menekan waktu dan biaya distribusi.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengatakan UMKM membutuhkan sistem logistik yang adaptif agar dapat fokus mengembangkan usaha.
“Banyak UMKM sebenarnya punya produk yang bagus, tapi terhambat di distribusi. Kami ingin membantu pelaku usaha mengelola pengiriman tanpa harus terbebani investasi armada sendiri,” ujar Andito.
UMKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun dalam proses ekspansi, pelaku usaha masih menghadapi tekanan biaya operasional, keterbatasan modal, serta kapasitas logistik yang belum memadai untuk menjangkau pasar lebih luas.
Sebagai pusat ekonomi terbesar di Pulau Sumatera, Medan memiliki potensi besar untuk mendorong UMKM agar lebih kompetitif. Namun potensi tersebut membutuhkan dukungan ekosistem, termasuk rantai pasok yang efisien dan terjangkau.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara, Dr. Naslindo Sirait S.E., M.M, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing UMKM.
“Penguatan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi pemerintah dan swasta dibutuhkan agar pelaku usaha mendapat akses solusi yang relevan, termasuk logistik dan pembiayaan,” katanya.
Seminar ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari pelaku UMKM, wirausaha, komunitas bisnis lokal, hingga startup binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai efisiensi usaha, strategi ekspansi pasar, serta pemanfaatan layanan logistik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi pendorong bagi UMKM di Sumatera Utara untuk tumbuh berkelanjutan, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat kontribusi terhadap ekonomi daerah.
Editor : Ismail