Avanza Tertabrak KA Sribilah di Tebing Tinggi, Tiga Orang Tewas di Lokasi
TEBINGTINGGI, iNewsMedan.id – Kecelakaan antara kereta api dan sebuah mobil Toyota Avanza terjadi di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (21/1/2026) sore. Insiden di perlintasan rel tersebut menyebabkan delapan orang menjadi korban, tiga di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu Budi Santoso, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.47 WIB. Mobil Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP melaju dari Jalan Abdul Hamid menuju Lingkungan IV, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, dan melintasi rel kereta api saat kereta sedang melintas.
“Kecelakaan terjadi saat mobil melintasi perlintasan rel dan pada waktu bersamaan kereta api sedang melaju. Benturan menyebabkan kendaraan terseret sekitar 300 meter dari lokasi awal,” ujar Iptu Budi dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, di dalam mobil terdapat delapan orang penumpang yang terdiri dari dua balita dan enam orang dewasa. “Tiga korban meninggal dunia di tempat kejadian,” tambahnya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyatakan peristiwa tersebut terjadi di perlintasan sebidang liar kilometer 83+300, pada petak jalan antara Stasiun Laut Tador dan Stasiun Tebing Tinggi. Kereta yang terlibat adalah KA Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan.
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi jalur kereta api.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Keselamatan menjadi perhatian utama dan kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur kereta api,” kata Anwar.
Menurutnya, berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, masinis KA Sribilah Utama telah membunyikan suling lokomotif secara berulang sebelum melintas. Namun, minibus tiba-tiba melintas di perlintasan tanpa palang pintu.
“Masinis sudah memberikan peringatan, namun kendaraan muncul dari arah samping dan langsung melintas sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. KAI kemudian mengirimkan lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi. Seluruh kru dan penumpang kereta dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Proses evakuasi dilakukan oleh petugas KAI bersama kepolisian dan dibantu warga sekitar. Seluruh penumpang mobil dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah dilakukan perbaikan, KA Sribilah Utama kembali diberangkatkan menuju Medan dari Stasiun Tebing Tinggi pada pukul 19.56 WIB. Perjalanan kereta mengalami keterlambatan sekitar 84 menit,” pungkas Anwar.
Pihak kepolisian dan KAI kembali mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi perlintasan sebidang, terutama di lokasi yang tidak dilengkapi palang pintu, guna mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.
Editor : Ismail