get app
inews
Aa Text
Read Next : Menang di Pilkada Binjai, Amir-Jiji Laporan ke Kaesang

Wacana Pilkada Lewat DPRD Memanas, Ketua PDIP Medan: Ada yang Mau Main di Ruang Tertutup

Rabu, 14 Januari 2026 | 18:39 WIB
header img
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Wacana pengembalian sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD memicu reaksi keras dari tokoh politik di Sumatera Utara. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE, melontarkan kritik pedas yang menyebut gagasan tersebut sebagai ancaman serius bagi jantung demokrasi Indonesia.

Hasyim menegaskan bahwa mengalihkan hak pilih dari tangan rakyat kembali ke tangan legislatif bukan sekadar urusan teknis, melainkan sebuah kemunduran sejarah yang menciderai amanat reformasi.

Menurut Hasyim, kedaulatan rakyat adalah sumber utama legitimasi kekuasaan yang tidak bisa ditawar. Ia menilai, pemilihan langsung adalah satu-satunya cara memastikan pemimpin memiliki tanggung jawab moral langsung kepada masyarakat, bukan kepada kepentingan partai di ruang tertutup.

"Demokrasi tidak boleh direduksi menjadi sekadar kesepakatan di antara elite politik. Kekuasaan hanya sah dan bermakna apabila lahir dari pilihan langsung rakyat," tegas Hasyim, Rabu (14/1/2026).

Ia mempertanyakan motif di balik munculnya wacana ini: apakah ini murni kebutuhan bangsa atau hanya syahwat politik segelintir pihak?

"Apakah ini benar-benar kehendak rakyat, atau justru sekadar kepentingan segelintir elite yang ingin memusatkan kembali kekuasaan di ruang-ruang tertutup?" tanyanya retoris.

Hasyim mengkhawatirkan jika Pilkada dikembalikan ke DPRD, praktik politik transaksional akan kembali subur. Demokrasi elitis yang tertutup hanya akan menjauhkan pemimpin dari pusat pengambilan keputusan yang berpihak pada rakyat kecil.

Secara ideologis, ia memastikan PDI Perjuangan akan berdiri tegak menjadi benteng pertahanan bagi hak pilih rakyat. Mengutip semboyan Satyam Eva Jayate, ia menekankan bahwa kebenaran tertinggi berada di tangan rakyat sebagai pemilik sah kedaulatan.

Menutup pernyataannya, sosok yang dikenal vokal ini mengingatkan bahwa Pilkada langsung adalah buah dari perjuangan panjang melawan sistem sentralistik. Setiap upaya menarik kembali hak tersebut harus dianggap sebagai ancaman bagi kualitas demokrasi nasional.

"Di sanalah kami berdiri, di pihak rakyat. Kami akan mempertahankan demokrasi yang lahir dari suara mereka, bukan dari kesepakatan segelintir elit," pungkas Hasyim.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut