Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rapidin Simbolon di Musancab Medan: Lawan Kita Ada di Luar, Targetkan Suara Pileg Naik 35 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Ketua PDIP Sumut Kritik Mendagri: Pengalihan 4 Pulau Aceh Tidak Ada Urgensinya

Sabtu, 14 Juni 2025 | 10:33 WIB
  • author Ismail
Ketua PDIP Sumut Kritik Mendagri: Pengalihan 4 Pulau Aceh Tidak Ada Urgensinya
Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id- Penetapan empat pulau di wilayah Aceh Singkil ke dalam administrasi Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menuai kritik. Keputusan ini dinilai tidak memiliki urgensi serta berpotensi memicu ketegangan antarprovinsi.

Empat pulau yang dimaksud adalah Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Pulau Lipan, dan Pulau Panjang.  Ketua DPD PDIP Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, menilai langkah Mendagri tersebut diambil secara sepihak dan tanpa dasar yang jelas.

“Saya sangat menyayangkan tindakan Menteri Dalam Negeri yang memutuskan sepihak tanpa dasar yang jelas. Pemberian 4 pulau di Aceh Singkil untuk Sumatera Utara tidak ada urgensinya,” tegas Rapidin yang juga merupakan anggota DPR RI asal Sumatera Utara dalam keterangannya, Sabtu, 14 Juni 2025.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, baik Aceh maupun Sumatera Utara berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, kebijakan yang justru bisa memicu gesekan horizontal seharusnya dihindari.

“Tindakan Mendagri seakan membangunkan masa lalu yang tidak baik,” katanya.

Rapidin juga mencurigai ada motif tersembunyi di balik keputusan tersebut, termasuk potensi kekayaan sumber daya alam di kawasan empat pulau tersebut yang mungkin menjadi incaran.

“Saya curiga, jangan-jangan ada tambang Nikel di empat pulau ini, agar dapat lagi dimainkan seperti Blok Medan yang ada di Maluku dan agar nikel tersebut bisa ekspor secara ilegal ke China,” ujarnya.

Sebagai putra daerah Sumatera Utara sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin menyatakan ketidaksetujuannya atas langkah pengambilalihan wilayah tersebut. Ia menilai, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara seharusnya fokus pada pembangunan daerah sendiri tanpa menciptakan konflik yang tidak perlu.

“Sebaiknya Pemprov Sumut berkonsentrasi saja membangun Sumatera Utara dan membuat terobosan pembangunan meski dengan APBD yang sangat terbatas dan tidak membuat gejolak yang tidak penting di tengah masyarakat,” pungkasnya.


 

Editor: Ismail

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut