get app
inews
Aa Text
Read Next : TIENS Indonesia Gelar Aksi Sosial di Bulan Ramadhan, Santuni Ratusan Anak Yatim Piatu

Corporate Social Responsibility (CSR), Komitmen Perusahaan atau Pencitraan?

Selasa, 21 Maret 2023 | 17:00 WIB
header img
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id - Pada dua tahun terakhir ini, contoh kegiatan Corporate Social Responsibility atau yang selanjutnya akan kita sebut dengan CSR bisa berupa program donor darah, vaksinasi Covid-19, hingga pengobatan gratis bagi warga kurang mampu. Pada artikel ini saya akan membahas tentang apa itu CSR dan membahas tentang istilah Corporate Social Responsibility Washing.

Pemahaman terhadap CSR sering sekali mengalami kekeliruan, di antaranya adalah:

1. Bagaimana CSR dipahami hanya sekedar kegiatan social belaka, sedangkan dalam CSR itu sendiri ada yang disebut Triple Bottom Line yang sering digunakan perusahaan- perusahaan atau istilah lainnya, Profit , People dan Planet. Di mana penjelasannya adalah profit atau keuntungan merupakan tujuan dasar dalam setiap kegiatan usaha, People atau masyarakat merupakan stakeholders yang bernilai bagi perusahaan, karena sokongan masyarakat sangat dibutuhkan bagi keberadaan, kontinuitas hidup dan kemajuan perusahaan. 

Planet (lingkungan) merupakan sesuatu yang terikat dan tidak bisa lepas dari seluruh aspek dalam kehidupan manusia. Dari sini kita bisa tahu bahwa CSR bukan hanya persoalan social saja tapi juga persoalan dari sisi ekonomi dan juga lingkungan.

2. Permasalahan yang kedua, CSR sering kali dimaknai sebagai donasi perusahaan, ini menarik, kenapa? Dari sudut pandang donasi, masyarakat juga sering menganggap bahwa CSR itu adalah berbagi uang, disinilah letak kesalahpahamannya, kenapa? Karena ketika perusahaan memaknai CSR sebagai donasi uang, perusahaan justru sedang berupaya meminimalisir resiko dari dampak yang sebenarnya ditimbulkan oleh perusahaan, dan perlakuan itu merupakan bentuk dari kegiatan CSR Washing.

Apa itu CSR Washing?

CSR-washing adalah berbagai kegiatan yang dibuat seolah- oleh sebagai bentuk CSR, untuk mendapatkan citra positif, namun bertentangan dengan tujuan CSR yang sesungguhnya, seperti mempromosikan merk dan sebagainya. Sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah manakala perusahaan juga turut berkomitmen untuk mendukung tujuan perusahaan, tentunya bukan hanya sekedar ramah akan lingkungan, tapi juga bisa dibuktikan dari lingkungan kerja mereka yang juga baik. 

Contoh CSR dalam industri sebenarnya. Misal pabrik kertas bertanggung jawab untuk memiliki hutan penghasil bahan baku kertas sendiri karena jika pabrik kertas tidak memiliki hutan penghasil bahan baku kertas untuk produksinya, maka industri kertas akan membuat hutan menjadi gundul.

Sebelum kita menjalankan programnya, ada baiknya kita tahu dulu, apa sih sebenarnya CSR itu?

Merujuk dari defenisi resminya, berdasarkan ISO 26000 (as guidance on social responsibility), maka CSR itu adalah bentuk tanggung jawab dari suatu organisasi, dari aspek-aspek yang menimbulkan moral hazard, atau kepentingan orang banyak. CSR kemudian dilihat sebagai upaya pengelolaan dampak, baik secara positif maupun negative, ketika kita berbicara dari sudut dampak positif, perusahaan hanya perlu mendeteksi bagaimana potensi dari dampak tersebut kepada masyarakat, dan lalu dimaksimalkan. 

Namun yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana jika dampak yang ditimbulkan adalah dampak negative. Tentu ini bukan hanya sekedar bagaimana perusahaan menganalisa/ mengidentifikasi potensi dari dampak negative tersebut, tapi harus juga bisa meminimalisir, merestorasi, bahkan memberikan kompensasi atas dampak negative tersebut.

Tapi persoalan CSR ini bukan hanya seputar masalah pengelolaan dampak tersebut, tapi juga perlu memperhatikan hukum dan norma-norma yang berlaku secara internasional, dimana setiap perusahaan harus tunduk pada ketentuan satu negara dimana perusahaan itu didirikan, dari level kewajiban, kepantasan, dan keniscayaan.

CSR juga harus memperhatikan dari sisi stakholdernya, sehingga program CSR harus terintegrasi dalam program bisnis perusahaan tersebut, sehingga CSR tadi tidak hanya sebatas program dan kegiatan tambahan, tetapi CSR merupakan bagian dari komitmen perusahaan.

Apa yang ingin dicapai oleh CSR?

Membuka ruang kerja dan kesempatan, untuk pengetahuan maupun keterampilan bagi masyarakat sekitar (sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat). Mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, di sekitar dunia usaha atau industri. Meningkatkan kemandirian masyarakat untuk berusaha, CSR harus berkesinambungan dengan komitmen awal perusahaan dengan cara memaksimalkan evaluasi dari dampak positif nya, atau meminimalisir, merestorasi bahkan pemberian kompensasi dari dampak negative yang ditimbulkan , jadi bukan hanya sekedar pencitraan semata.

Artikel ini dibuat oleh Rizqy Winny Asmara untuk memenuhi tugas Manajemen Pemasaran Program Studi Magister Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

 

 

 

 

Editor : Odi Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut