Medan Diguyur Hujan Es, BMKG: Angin Berubah dan Suhu Turun Drastis

Junaidin Zai
Penampakan butiran hujan es yang mengguyur Kota Medan pada Rabu (23/9/2026). Foto: Junaidin Zai/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id — Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026) sore. Di kawasan Medan Johor, hujan tersebut juga disertai bongkahan kecil yang disebut warga sebagai hujan es.

Fenomena itu membuat sejumlah warga terkejut. Suara benda-benda yang menghantam atap seng terdengar lebih keras daripada hujan biasa.

Saul (25), salah seorang warga yang ditemui di Medan Johor, menyebutkan hujan tersebut awalnya hanya berupa gerimis. Sekitar 10 menit kemudian, hujan semakin deras dan suara benturan pada atap seng berubah menjadi lebih keras.

"Bahkan sempat mengira ini hujan deras biasa dibarengi dengan angin," katanya, Rabu (23/9/2026).

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan kondisi itu dapat dikenali dari sejumlah perubahan kondisi cuaca. Salah satunya adalah langit yang berubah.

"Misalnya langit menjadi gelap atau pekat dalam waktu relatif cepat sebelum hujan turun," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu malam.

Selain itu, angin dapat tiba-tiba menguat dan berubah arah. Kondisi tersebut terlihat dari data pengamatan BBMKG pada sore itu.

Berdasarkan data pengamatan BBMKG Wilayah I, sekitar pukul 15.20 WIB terjadi hujan lebat di sebagian wilayah Kota Medan yang disertai angin cukup kencang hingga 19 knot.

Perubahan juga terjadi pada suhu udara. Pada pukul 15.00 WIB, suhu tercatat 32,6 derajat Celsius. Sekitar satu jam kemudian, suhu turun menjadi 26 derajat Celsius.

"Suhu udara dapat terasa lebih dingin secara tiba-tiba," ujarnya.

Hujan yang turun berlangsung dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat dan berpotensi disertai petir serta guntur. Berdasarkan citra radar, kata Hendro, terdapat hujan lebat di sekitar Medan Johor dan wilayah sekitarnya.

Lebih lanjut, Hendro mengatakan kondisi atmosfer di Sumatera Utara saat ini turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Berdasarkan analisis angin, terdapat daerah konvergensi dan belokan angin, terutama di wilayah pesisir timur Sumatera Utara.

"Labilitas udara juga cukup labil sehingga potensi munculnya awan-awan hujan cukup tinggi," jelasnya.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network