MEDAN, iNewsMedan.id - PT Railink (KAI Bandara) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi transportasi publik dan budaya keselamatan kereta api melalui program Edutrain. Hingga Juni 2026, program edukasi ini tercatat telah berhasil menjangkau sebanyak 34.537 peserta di wilayah Sumatera Utara, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.
Program Edutrain dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai operasional kereta api, fasilitas stasiun, prosedur keselamatan, serta manfaat transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho mengungkapkan rasa apresiasinya atas antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh masyarakat Sumatera Utara.
"Melalui kegiatan ini, KAI Bandara tidak hanya memperkenalkan dunia perkeretaapian, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan dan kesadaran menggunakan transportasi publik sejak dini. Edukasi merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem transportasi yang aman, modern, dan berkelanjutan," ujar Porwanto dalam keterangan resminya, Kamis (18/6/2026).
Melihat respons positif tersebut, KAI Bandara berkomitmen untuk terus mengembangkan operasionalnya demi meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumatera Utara. Langkah ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang efisien sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini, KAI Bandara telah mengoperasikan layanan KA Srilelawangsa yang melayani dua rute strategis yakni Medan - Bandar Khalipah - Kualanamu (PP) dan Medan - Binjai - Kualabingai (PP).
"Ke depan, jangkauan rute ini akan terus diperluas guna memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat luas," terang Porwanto.
Demi kenyamanan bersama, KAI Bandara juga mengingatkan para pengguna jasa untuk selalu menjaga barang bawaan selama perjalanan. Jika ada barang yang tertinggal, masyarakat dapat memanfaatkan layanan lost and found resmi yang telah disediakan di stasiun.
Selain itu, bagi penumpang yang menuju bandara, diimbau untuk memperhatikan waktu kedatangan demi menghindari keterlambatan yakni wajib tiba di bandara minimal 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan untuk penerbangan domestik wajib tiba di bandara minimal 2 jam sebelum keberangkatan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
