SIBOLGA, iNewsMedan.id — Cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Humbang Hasundutan sempat mengganggu pasokan listrik di sedikitnya 20 desa. Namun, respons cepat langsung dilakukan oleh PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sibolga.
Sejak awal bencana hidrometeorologi terjadi, tim UP3 Sibolga bergerak melakukan pengamanan jaringan untuk mencegah risiko yang membahayakan warga. Langkah mitigasi dilakukan secara situasional, termasuk pemadaman terkontrol di titik-titik terdampak demi keselamatan masyarakat dan petugas.
Tim teknis kemudian diterjunkan untuk melakukan asesmen cepat di lapangan. Akses menuju sejumlah lokasi sempat terisolasi akibat longsor, namun koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta TNI/Polri mempercepat proses pemulihan. Hasilnya, sebagian besar wilayah terdampak kini telah kembali menikmati aliran listrik.
Manager UP3 Sibolga, Bachtiar, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulihan.
“Kami siagakan personel dan terus memantau kondisi lapangan secara intensif. Pemulihan dilakukan secepat mungkin setelah dinyatakan aman,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.
Saat ini, perbaikan masih difokuskan pada titik-titik dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat. PLN memastikan pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi perusahaan.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik pascabanjir dan segera melapor jika menemukan kondisi berisiko melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.
UP3 Sibolga menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh pelanggan terdampak kembali mendapatkan layanan listrik yang aman dan andal secara bertahap.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
