Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Jafar Sembiring
Ilustrasi. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Seiring dengan ketetapan pemerintah bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, umat Muslim kini bersiap memulai ibadah puasa. Salah satu elemen terpenting yang tidak boleh terlewatkan adalah niat, yang merupakan rukun sahnya puasa.

Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), terdapat perbedaan mendasar antara niat puasa wajib dan sunnah. Dalam puasa wajib seperti Ramadhan, seseorang wajib melakukan niat di malam hari (sebelum terbit fajar), berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya lebih longgar dan boleh dilakukan di siang hari.

Perbedaan Pandangan Mazhab

Dalam menjalankan niat ini, terdapat dua sudut pandang ulama yang bisa diikuti oleh masyarakat:

1. Mazhab Syafi’i (Niat Harian): Mewajibkan niat dilakukan setiap malam secara berulang. Hal ini berdasarkan Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’ yang mengutip hadis Nabi SAW: "Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya."

2. Mazhab Maliki (Niat Sebulan Penuh): Memperbolehkan umat Muslim cukup berniat sekali untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan. Pendapat ini memandang puasa Ramadhan sebagai satu kesatuan ibadah.

Sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu kita lupa atau ketiduran saat sahur, para ulama menganjurkan agar kita berniat untuk sebulan penuh di malam pertama, namun tetap membiasakan diri berniat harian setiap malam setelah salat Tarawih atau saat sahur.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network